Jumat, 24 Maret 2017 1 komentar

Ekologi dan Ilmu Lingkungan

     Ekologi berasal dari bahasa Yunani dan terdiri dari 2 kata, yaitu "Oikos" yang berarti habitat serta "Logos" yang berarti ilmu. Berdasarkan asal bahasanya bisa kita simpulkan bila Ekologi merupakan ilmu yang berhubungan dengan lingkungan, lebih jelasnya Ekologi mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan sesamanya maupun dengan lingkunannya. Ekologi merupakan ilmu yanh sangat luas cakupannya karena mempelajari berbagai hal yang menopang berdirinya kehidupan.
Ekologi berbicara mengenai faktor-faktor biotik dan abiotik yang mempengaruhi kehidupan yang berlangsung pada suatu daerah. 
     Ekologi merupakan ilmu yang tidak hanya berdasarkan teori namun ia berdiri berdasarkan berbagai macam pengamatan yang telah dilakukan. Contohnya ekologi dilakukan berdasarkan pengamatan ada di artikel ini. Artikel tersebut bercerita tentang bagaimana keadaan ekologi pulau Jawa saat ini. Artikel tersebut merupakan sebuah bentuk pengingat tentang bagaimana mudahnya sebuah ekosistem rusak oleh manusia. Disini lah ilmu ekologi berperan, ilmu ekologi mengindikasikan mengenai berbagai macam kerusakan yanh terjadi di alam baik akibat manusia maupun tidak. Setelah ekologi berperan maka setelah itu ilmu lingkungan yang berperan, ilmu lingkungan sendiri merupakan ilmu yang mempelajari tentang kedudukan manusia yang pantas di lingkungannya. Ilmu lingkungan berperan untuk menanggulangi bahkan untuk mencegah permasalahan yang ada dan yang mungkin akan terjadi pada lingkungan di masa depan. Ilmu lingkungan dan ekologi pada dasarnya merupakan dua ilmu yang saling berkaitan. Tulisan ini menggambarkan seperti apa ilmi lingkungan itu. Terdapat satu studi kasus mengenai penerapan ilmu lingkungan yang menceritakan tentang perubahan warga Jepang yang mulai menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam menghadapi permasalahan mengenai sampah.
    Ilmu lingkungan dan ekologi merupakan hal yang saat ini sangat dibutuhkan oleh dunia. Sebagai makhluk yang memiliki pengertian maka sudah sepantasnya kita memikirkan lingkungan yang merupakan tempat kita hidup karena tanpa adanya kesadaran dari kita maka lingkungan akan semakin rusak setiap harinya.

Selasa, 10 Januari 2017 1 komentar

Review Jurnal Teknik Industri


Judul Jurnal   : ISO 9001 Aspects Related to Performance and Their Level of Implementation
Penulis          : Jordi Castello Dalmau, Gerusa Gimenez, Rodolfo De Castro
Tahun            : 2016
Download     : Disini
Volume         : 9


 
ABSTRAKSI

Tujuan : Ribuan perusahaan dalam 3 dekade terakhir memegang standar ISO 9001 untuk mengembangkan pencapaian perusahaan dan kepuasan pelanggan. ­Literatur terbaru saat ini telah mengidentifikasi adanya “tingkatan” dalam penerapan ISO 9001. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkatan implementasi dari ISO 9001 pada perusahaan dari sudut pandang seorang pelanggan dan menyediakan pedoman untuk pengembangan di masa yang akan datang.

Desain / metodologi / pendekatan : Penelitian diadakan berdasarkan hasil audit pihak kedua (SPAs) dari 90 supplier, (termasuk supplier komponen, assemblers serta bagian operasi dan pemeliharan ladang angin), kepada salah satu produsen turbin angin terbesar dalam industri tenaga angin. Audit dilakukan berdasarkan ISO 9001:2008 dan dilakukan oleh salah satu penulis dari jurnal ini dalam perannya sebagai direktur kualitas global dari perusahaan turbin angin tersebut.

Penemuan : pemeriksaan supplier memegang peranan penting dalam mengisolasi kelemahan sistem, mengidentifikasi peluang dan memberikan saran untuk perbaikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam komitmen manajemen dan budaya dan praktek berorganisasi yang baik, perusahaan yang telah bersertifikasi ISO 9001 menerapkan tingkatanyang berbeda dari standar. Berdasarkan hasil dari penelitian ini sebuah pedoman untuk perubahan dapat dibentuk, sebuah pedoman yang memungkinkan perusahaan untuk lebih dari sekedar terakreditasi dan bukan hanya mengambil keuntungan dari sertifikasi iso 9001.

Batasan penelitian / implikasi : Jurnal ini hanya berfokus pada sektor tenaga angin.

Originalitas / nilai : Meskipun audit kualitas bukanlah topik yang diharuskan bagi akademisi dan peneliti namun terdapat beberapa kontribusi terkait audit pihak SPAs dan dampaknya terhadap proses kontrol kualitas dari supplier perusahaan. Data primer dari SPAs digunakan sebagai salah satu aspek yang paling berharga atas kontribusi jurnal ini.

1.       Pendahuluan
Ribuan perusahaan dalam tiga dekade terakhir telah menggunakan standar ISO 9001 dalam mengembangkan pencapaian perusahaan dan kepuasan pelanggan. Meskipun telah dikenal dan diterima secara internasional sejak 1987 namun standar ini telah menerima banyak kritikan mengenai kesuksesan atau kegagalan dari penerapannya. Banyak ahli yang telah membahas kesuksesan dan kegagalan dari standar ini dan menuangkan pemikirannya ke dalam berbagai literatur. Terlepas dari pro dan kontra, ada penelitian yang menunjukkan bahwa standar ini memiliki kemampuan untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan kinerja dan efisiensi bahkan standar ini mampu mengembangkan produk dan kualitas pelayanan yang tentu saja akan meningkatkan pendapatan perusahaan. Kontroversi mengenai kekuatan dan kelemahan ISO 9001 merupakan alasan utama dari dibuatnya jurnal ini, untuk membahas sampai ke tingkat apa standar ini diterapkan dalam sektor tenaga angin dengan bantuan audit dari pihak kedua (SPA).

1.1               Audit Kualitas
Audit kualitas pada awalnya bertujuan untuk memperbaiki sitem keuangan namun ternyata audit kualitas telah menjadi sebuah alat manajemen yang sangat berguna bagi pencapaian dan juga kompetifitas bisnis. ISO 9001 memerlukan audit dari pihak ke tiga dimana pihak ketiga adalah pihak independen yang bertugas untuk mengevaluasi manajemen kualitas sudah sesuai dengan standar yang ditentukan. Seiring berjalannya waktu, banyak pihak yang merasa bahwa audit kualitas dari pihak ke tiga tidak diperlukan karena dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa standar yang ditetapkan pihak ketiga tidak sesuai dengan standar dari pelanggan.
1.2               ISO 9001 Tingkatan Implementasi
Literatur saat ini telah mengdentifikasi beberapa tingkatan implementasi dari standar ISO 9001. Para penulis mulai mengklasifikasikan tingkatan penerapan ISO 9001 pada perusahaan kedalam beberapa tingkatan seperti yang dilakukan oleh Prajogo, Huo dan Han (2012), mereka mengklasifikasikan penerapan ISO 9001 menjadi tingkatan basic, advance dan supportive.


2.      Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa sejauh mana tingkatan penerapan ISO 9001 dalam sektor tenaga angin dari sudut pandang seorang pelanggan untuk kemudian hasilnya digunakan sebagai acuan untuk pengembangan dimasa yang akan datang.

3.       Metodologi
Penelitian dilakukan rantai penyediaan pada sektor tenaga angin. Penelitian ini menggunakan data yang berasal dari hasil audit 90 supplier kepada salah satu perusahaan manufaktur kincir angin terbesar yang berlokasi di Eropa.

3.1               Audit supplier produsen turbin angin
Kuesioner yang digunakan untuk menilai didasarkan oleh ketentuan yang ada pada ISO 9001:2008 dan disusun ke dalam 21 poin dalam 4 proses utama dengan keterangan : (P1) Sistem Manajemen, (P2) Manajemen Sumber Daya, (P3) Penyelesaian produk, (P4) Pengukuran. Ke 21 poin yang ada disusun seperti yang terlihat pada Tabel 1 dalam jurnal ini.
3.2               Sampel dan Proses audit
Sampel yang digunakan pada jurnal ini berasal dari para supplier yang telah memenuhi standar ISO 9001:2008. Untuk menjadi supplier, perusahaan yang menyediakan bahan baku untuk perusahaan produsen kincir angin harus melewati penilaian, proses seleksi dan kualifikasi produk. Tahap ini terdiri dari tiga langkah, yaitu :
a.       Penialain supplier
b.      Kualifikasi supplier / komponen
c.       Penerimaan supplier
Setelah melewati masa satu tahun memasok bahan ke produsen turbin angin, maka tim audit akan mendatangi perusahaan supplier untuk mengadakan audit. Audit yang dilakukan memiliki tiga tujuan, yaitu :
a.       Monitoring dan verifikasi operasi dan implementasi sistem manajemen kualitas dari perusahaan supplier.
b.      Menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen diimplementasikan dan dipertahankan dari waktu ke waktu.
c.       Mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi mencegah terjadinya ketidaksesuaian dan kemungkinan terjadinya kembali serta untuk mencari peluang kemungkinan dilakukannya pengembangan.
Audit dilakukan ssuai dengan standar dan prosedur dari perusahaan produsen turbin angin dan memakan waktu antara 3 sampai 5 hari, tergantung dari kecil-besarnya perusahaan dan tingkat kerumitan produk yang dibuat.

3.3               Langkah-langkah
Tim audit perusahaan menilai setiap barang dalam skala 4 poin. Skala yang digunakan memiliki ketentuan sebaga berikut :
0 = Barang tidak diimplementasikan
1 = Barang yang diimplementasikan dengan beberapa ketidaksesuaian
2 = Barang yang diimplementasi dengan observasi
3 = Barang yang diimplementasi secara penuh
Hasil dari audit yang berupa nilai seperti diatas digunakan untuk memvalidasi jawaban dari setiap pertanyaan berkaitan dengan barang yang ditanyakan, kemudian akan diketahui tingkatan penerapan ISO dari setiap item yang ditanyakan. Setelah melewati proses penghitungan maka perusahaan produsen turbin angin akan mendapatkan Skor Audit Global (GAS). Penulis menggagas tiga tingkatan implementasi, yaitu :
a.       Jika skor perusahaan 85% (GAS>2.55) maka supplier memiliki tingkatan penerapan tinggi.
b.      Jika skor perusahaan 70% (2.55>GAS>2.1) maka supplier memiliki tingkatan penerapan menengah.
c.       Jika skor dibawah 70% maka supplier memiliki tingkatan penerapan rendah.


4.       Hasil
Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa lebih dari 40% supplier yang telah tersertifikasi ternyata tidak memenuhi kualifikasi untuk terus menjalankan hubungan kerja karena supplier tersebut memiliki kategori implementasi ISO rendah. Akibat hal ini maka kita tidak bisa menyimpulkan bahwa sertifikasi ISO 9001 dapat memastikan tingkatan kualitas dari supplier.
5.       Diskusi dan Temuan
Berdasarkan dari data audit pihak kedua dapat disimpulkan bahwa tingkatan implementasi ISO 9001 berbeda-beda meskipun seluruh supplier telah bersertifikasi ISO 9001 dari pihak ketiga. Beberapa penelitian menyoroti tentang manfaat positif ketika ISO diimplementasikan, namun ada juga beberapa penelitian lain yang menyatakan bahwa implementasi ISo tidak memberikan dampak yang berarti bagi perusaahaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, sulit untuk mengaitkan antara standar ISO dengan efeknya pada perusahaan. Meskipun sulit untuk menemukan kaitannya, namun penulis berkesimpulan bahwa standar ISO akan memberikan dampak yang berarti dalam tingkatan implementasi tertentu.

6.       Kesimpulan
Pertama, terdapat kelemahan dalam beberapa sektor yang perlu ditangani, yaitu penyediaan produk dan layanan, analisis data serta tindakan perbaikan dan pencegahan yang kesemuanya mempengaruhi kinerja produk dan prosesnya.
Kedua, ditemukan perusahaan dalam bidang tenaga angin yang telah menerima sertifikasi ISO 9001:2008 dari pihak ketiga melakukan tingkatan penerapan standar yang beragam. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan ISO 9001 sangat bergantung dari komitmen manajemen dan budaya organisasi yang baik. Faktanya, pimpinan tingkat atas sangat berpengaruh terhadap pergerakan perusahaan ke arah yang lebih baik.
Terakhir, berdasarkan penelitian berikut maka sebuah pedoman atau acuan untuk perbaikan dapat dibuat. Pedoman ini dapat digunaan oleh perusahaan untuk mengembangkan lebih lagi standar ISO 9001 dalam penerapannya. Perusahaan yang memiliki tingkatan penerapan rendah harus meningkatkan kinerjanya sehingga tingkatan penerapan standar da[at naik ke tingkat menengah, begitu juga dengan perusahaan yang memiliki tingkat implementasi menengah harus berkembang sampai ke tingkat implementasi standar yang tinggi.
Jumat, 30 Desember 2016 1 komentar

Review Jurnal Data Skunder

Judul                     : Data Collection, Primary vs. Secondary
Download             : Disini
Volume                 : 1
Tahun                   : 2005
Penulis                  : Joop J. Hox, Hennie R. Boeije





Pendahuluan
Data primer adalah data yang diambil khusus untuk masalah yang sedang ditangani. Setiap kali data primer diambil untuk suatu penelitian maka data tersebut akan masuk kedalam kumpulan data dari berbagai penelitian yang telah diambil sebelumnya. Kumpulan data tersebut disebut dengan data sekunder. Universitas adalah salah satu lembaga pendidikan yang mengumpulkan dan menyimpan data-data sekunder untuk kemudian disebarkan kembali ke publik untuk tujuan penelitian umum. Selain universitas dengan tim penelitinya terstruktur ada juga tim peneliti independen yang menggunakan media internet sebagai tempatnya menyimpan data sekunder dan membagikannya pada publik, sehingga dapat dikatakan bahwa internet merupakan tempat berkumpulnya para peneliti dan data-data penelitian mereka.
Penggunaan data sekunder sangat membantu bagi para peneliti yang meneliti masalah-masalah tertentu, karena dengan menggunakan data sekunder peneliti dapat mengurangi waktu dalam penelitian yang tentu saja hal ini akan menghemat biaya penelitian. Meskipun terlihat menguntungkan tapi data sekunder memeiliki kekurangan juga, yaitu bahwa pada tujuan awalnya data yang diambil digunakan untuk tujuan penelitian lain sehingga hasilnya mungkin tidak akan optimal apabila digunakan untuk penelitian lain. Data primer pada dasarnya adalah data yang diambil untuk memenuhi kebutuhan penelitian yang sedang ditangani sehingga data ini dapat dipastikan koheren dengan tujuan awal penelitian, namun penelitian dengan data primer akan memakan waktu yang lama dan biaya yang cukup besar
. 

Pengumpulan data primer

Percobaan
Percobaan akan menempatkan peneliti sebagai pememilik kontrol penuh atas setiap tindakan yang dilakukan dengan kata lain setiap hasil penelitian dari suatu percobaan ditentukan oleh peneliti itu sendiri. Percobaan di laboratorium lebih mudah diatur sesuai dengan keinginan karena variabel-variabel yang tidak diinginkan dapat dihilangkan. Berbeda dengan di laboratorium, percobaan di luar laboratorium tidak bisa diatur sekehendak peneliti. Peneliti hanya bisa berusaha untuk menghadapi variabel-variabel yang secara acak muncul.

Survey Sosial
                Data primer dapat juga didapatkan dengan melakukan survey. Survey akan mengambil beberapa orang sebagai sampel untuk kemudian disuruh menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah ditentukan dengan standarisasi tertentu dan setiap jawaban atau respon akan  dicatat. Kelebihan dari survey adalah dapat menyediakan informasi subjektif dan objektif dari suatu populasi. Masalah utama yang dihadapi apabila menggunakan metode survey adalah tentang validitas jawaban yang diberikan oleh responeden karena baik responden atau pertanyaan dapat mempengaruhi hasil jawaban survey sehingga untuk melakukan survey harus dilakukan dengan penuh perhitungan agar jawaban yang didapatkan valid.

Penelitian kualitatif
                Penelitian kualitatif memberikan kesempatan kepada responden untuk dapat berbicara mengenai pengalaman, pandangan dan hal-hal lainnya yang mereka rasakan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan bertanya langsung pada individu yang menjadi responden atau dengan mengumpulkan beberapa responden dalam satu tempat dan kemudian melakukan diskusi kelompok. Penelitian kualitatif pada dasarnya mengatur sampel yang akan diambil agar dapat memenuhi kebutuhan peneliti terhadap penelitian yang sedang ditanganinya. Berbeda dengan proababilitas sampling yang beranggapan bahwa sebagian kecil sampel yang diambil akan secara matematis mewakili populasi sampel yang lebih besar, penelitian kualitatif bertujuan untuk membentuk sampel yang memiliki karakteristik atau kondisi tertentu agar dapat membantu memberikan jawaban atas permasalahan yang sedang dihadapi.

Data yang diminta dan data yang spontan
                Perbedaan mendasar dari seluruh cara pengambilan data primer adalah cara mendapatkan datanya, yaitu data yang didapat dengan diminta dan data yang didapat secara spontan. Kelebihan dari data yang diminta adalah peneliti dapat mengelola data untuk membantu penelitian namun hal ini berarti responden yang dimintai bantuan akan sadar bahwa mereka adalah bagian dari sebuah penelitian sehingga hal ini dapat mempengaruhi jawaban mereka dan akhirnya mengurangi validitas dan realibilitas jawaban. Data yang spontan fokus pada ketidak-tahuan responden bahwa mereka menjadi objek studi dalam suatu penelitian. Ketidak-tahuan responden akan membuat respon yang diberikan oleh responden lebih alami karena mereka tidak merasa terikat terhadap apapun. Cara ini biasanya dapat dilakukan dengan mengobservasi kegiatan responden secara langsung di tempat mereke melakukan kegiatan.

Kesimpuan dari data primer
Berikut adalah tabel yang menggambarkan tipe data primer

Tabel 1 Contoh Data Primer dalam Penelitian Sosial

Data yang diminta
Data spontan
Kuantitatif
Percobaan
Wawancara
kuisioner
Catatan harian terstruktur
Web survey
(Pasif) Observasi
Monitoring
Catatan Administratif
Kualitatif
Wawancara terbuka
Grup terfokus
Catatan harian tidak terstruktur
(Partisipan) Observasi
Catatan yang sudah ada


 
;